Catatan 1: Peran Journaling bagi Si Sial

  



Aku mulai menulis jurnal sudah sejak awal tahun 2023 lalu. Benar-benar seniat itu, sampai  menonton beberapa video tutorial penggunaan notion. 

Aku mengklaim bahwa  journaling  kali ini cukup berhasil, banyak bagian yang rajin terisi, bahkan sampai catatan film dan buku yang aku nikmati sepanjang tahun.

Memang di tahun ini, aku diberi kesempatan memiliki banyak waktu luang, jadi jangan heran kalau aku sempat mencatat banyak hal yang sifatnya sekadar hiburan.

Nikmat besar journaling semakin terasa di akhir tahun, ketika aku hendak merefleksikan perjalananku setahun belakangan ini.

Aku merasa hidupku gagal, banyak salah langkah, dan tak sehebat kawan-kawanku yang lain. Aku tidak menjalin banyak relasi, juga tidak menginjak tempat baru sama sekali.

Aku tahu itu semua bukan standar kesuksesan dan ya mungkin fase ini juga dialami oleh manusia lainnya. Tapi tetap saja itu terasa menyedihkan.

Baru saat membuka Notion dan membaca isinya, aku tercengang. Rasanya saat itu lagunya Shania Twain yang You're Still the One berputar di sekelilingku.

Looks like we made it

Look how far we've come my baby

Saat membaca kata demi kata yang telah aku tuliskan, baru aku menyadari ternyata sudah melalui banyak hal.  

Ada hal baru yang aku pelajari, kenangan manis yang aku torehkan bersama orang-orang terdekat, juga perasaan yang berhasil aku validasi.

Semua itu tercatat rapi seolah ingin menjadi bukti betapa aku juga berkembang meskipun sedikit demi sedikit.

Aku bersikap seolah manusia paling sial, ya karena ruang ingatanku yang terbatas ini hanya menonjolkan hal-hal buruk dalam hidupku, tak berhasil menyimpan memori indah.

Detik itu aku bersyukur telah digariskan jalan cerita seperti ini, aku bersyukur atas kesempatan memulai journaling.

Aku pun bertekad semoga tahun 2024 dan seterusnya, aku terus melanjutkan kebiasaan baik ini. 

Mungkin kalau orang bilang journaling itu bikin sukses, aku akan membenarkan pernyataan itu.

Toh definisi sukses setiap orang berbeda, bagiku sukses adalah perkara ketenangan jiwa. Jadi, walau terlihat belum punya banyak harta, saat bisa setenang ini adalah kesuksesan.

Hidup itu sejatinya telah diatur dengan sangat baik oleh Sang Pencipta. Ada senang dan sedihnya, roda berputar bagi setiap insan. Saat senang kita bersyukur dan saat sedih kita bersabar, sesimpel itu teorinya, prakteknya ya kalian tau sendirilah haha.

Setidaknya journaling membantuku lebih tenang, berkesadaran penuh atas aturan kehidupan ini. 









Komentar

Postingan Populer