Review Novel Altitude 3676 Takhta Mahameru: Pendaki Penuh Dendam dan Gadis Kutu Buku dari Ranu Pane

 

Kisah Ikhsan, pendaki yang penuh dendam dan gadis Ranu Pane bernama Faras


3 kali pertemuan itu mampu membuat Faras, gadis kutu buku itu memiliki simpati begitu mendalam kepada Ikhsan, pendaki gunung yang menyimpan dendam besar pada keluarganya.

Akibat dendam yang terus menerus ia bawa, Ikhsan menjadi pribadi yang sinis kepada siapapun, tak terkecuali Faras. Namun, Faras adalah sosok yang berbeda dari kebanyakan, ia tetap tenang menghadapi segala tingkah laku Ikhsan.

Tepat di pertemuan ketiga, Ikhsan mulai menceritakan masalah hidupnya kepada Faras. Ikhsan mengajukan tiga pertanyaan berat kepada Faras, pertanyaan ketiga sangatlah seram. 

Mereka kemudian sesekali berkomunikasi via email. Tetapi bertambahnya hari, email yang datang dari Ikhsan semakin suram. Ia susah sekali dihubungi. Faras pun memutuskan untuk mengikuti jejak Ikhsan melalui foto-foto yang ia kirimkan.

Di tempat pertama, Candi Borobudur, Faras bertemu dengan Mareta, penjelajah muda berjiwa bebas asal ibu kota. Faras mendengar nama Raja Ikhsan terucap dari lisan Mareta. Sedangkan Mareta tergiur oleh tiket murah yang dipesan Faras. Mereka berdua pada akhirnya menempuh perjalanan jauh bersama ke belahan lain Indonesia.

Lalu, bisakah Faras kembali bertemu dengan Ikhsan tuk menjawab semua pertanyaannya? Siapa Mareta sebenarnya? Apa hubungannya dengan Ikhsan? Bagaimana Ikhsan membalaskan dendam pada keluarganya?

Sedikit Review

Diceritakan dengan POV 3 orang: Mareta, Ikhsan, dan Faras. Alurnya juga maju mundur. Tapi ceritanya mengalir dengan baik, gak bikin bingung, page turner juga. Fokusnya lebih banyak menceritakan tentang Ikhsan dan kehidupannya yang berat. 

Hal terbaik dalam buku ini adalah penggambaran latar tempatnya yang juara banget, mulai dari Candi Borobudur, eksotisnya Bulukumba, kedamaian Desa Ranu Pane, hingga kemegahan Mahameru. 

Banyak nambah wawasan baru tentang Indonesia, penulis detail sekali dalam memberikan penjelasan. Salah satunya tentang Ranu Pane yang bermakna Telinga dan arti filosofisnya.

Setelah baca ini jiwa-jiwa traveler bakalan terpanggil deh, aku yang kapok mendaki gunung aja waktu bagian cerita pendakian Mahameru jadi pengen nyoba ndaki lagi, saking indahnya penggambaran pemandangannya.

Terus alih-alih cerita romansa, penulis lebih memilih menyajikannya dalam bentuk tanggungjawab antar teman untuk saling mengingatkan. 

Bagian favoritku yang lain adalah kisah tentang Fikri (teman Ikhsan) dan budaya orang-orang bugis yang diselipkan sebagai pelengkap cerita. 

Berhubung Faras adalah kutu buku yang gemar melahap bukunya Kahlil Gibran, akan banyak sekali ditemui quotes dari sang penyair itu diucapkan oleh Faras.

Tapi di sisi lain aku agak kurang cocok dengan karakter Faras. Karena rasanya dunia nyata tuh tidak seindah dan semudah itu ditafsirkan dengan syair-syair. Kurang manusiawi aja, Faras beneran sepuitis itu, bahasanya menjulang tinggi, berkali-kali Mareta minta dijelaskan dengan cara yang sederhana aja.

Pesan moralnya jelas, tentang hati yang tenang akan ada pada siapapun yang taat akan firman Tuhannya, tidak membalaskan dendam, juga saling menasehati dengan cara yang baik.

Kalau kata orang buku adalah jendela dunia. Nah, buat yang belum sempat keliling Indonesia, buku ini menyajikan jendela yang menunjukkan indahnya negara tercinta kita ini.

About This Book

  • Judul Buku : Altitude 3676 Takhta Mahameru
  • Penulis : Azzura Dayana
  • Published : 2013
  • Publisher : Indiva Media Kreasi
  • Bahasa : Indonesia
  • Jumlah Halaman : 416 halaman
  • Baca di Ipusnas
  • Genre : Fiksi – Adventure, Drama


Komentar

Postingan Populer