Things Left Behind



Things Left Behind: Kisah Trauma Cleaner yang Menyentuh Hati




"Yang tersisa pada kita setelah kematian orang terdekat kita akhirnya bukanlah rumah, harta warisan, atau kehormatan, tetapi satu hal ini: kenangan bahwa kita mengasihi seseorang, atau disayangi oleh seseorang. Hanya itu."

Sedikit Review

    Tertarik baca buku ini karena udah pernah nonton drakor adaptasinya yaitu Move to Heaven. Ternyata ceritanya beda sama drakornya. Kalau di novel ini lebih ke nyeritain pengalaman sang penulis yang bekerja sebagai trauma cleaner atau jasa pembersihan barang-barang orang yang sudah meninggal. 

    Karena diceritakan langsung oleh yang mengalami, ceritanya jadi terasa lebih nyata. Latar tempat digambarkan dengan apik sehingga aku bisa membayangkan seperti apa kondisi ruangan yang dibersihkan oleh sang trauma cleaner. Format penceritaan setiap subbabnya pun menarik, dimulai dari penulis menceritakan pengalamannya lalu diikuti dengan renungan personal penulis ini. Feelnya kayak diceritain bapak-bapak gitu soal pengalaman kerjanya.

    Setelah membaca buku ini, aku jadi mengerti pekerjaan Trauma Cleaner. Salut banget sih sama profesi ini. Pasti tidak mudah melihat tempat meninggalnya seseorang apalagi harus membersihkannya. Belum lagi ditambah pandangan masyarakat yang menganggap kematian adalah hal mengerikan sehingga mereka seringkali dipandang sinis. Padahal pekerjaan  ini tidak bisa dilakukan sembarangan dan dalam beberapa kondisi amat diperlukan. Seperti ketika ada anak yang tidak sanggup melihat kembali barang orangtuanya atau kondisi seseorang yang meninggal sendirian. Bahkan saking expertnya, seorang trauma cleaner sampai bisa menebak seperti apa kondisi seseorang itu sebelum meninggal melalui barang-barang yang ada di kamarnya. 
    
    Awalnya aku bingung mengapa buku ini dikategorikan sebagai buku self-help. Ternyata kuncinya ada pada renungan bijaksana penulisnya yang mengandung banyak makna. Dari buku ini aku belajar 2 hal:
  • Ada kalanya hidup akan terasa benar-benar berat. Tapi ketika kita bertahan dan tetap menjalaninya dengan bahagia, kita akan menemukan jawaban dari kerumitan hidup. Selain itu, ending yang akan didapatkan pun akan indah.
  • Kita hidup di dunia ini ada batas waktunya. Maka jangan sia-siakan kesempatan berharga ini. Luangkanlah waktu untuk menyapa dan memberikan pelukan hangat kepada keluarga serta orang-orang yang menyayangi kita. Bisa jadi, ada yang sedang membutuhkan perhatian kecil kita untuk menyalakan lagi sinar terang dalam hatinya.
 

Komentar

Postingan Populer